Mataram, UNU NTB — Upaya penguatan ekonomi umat berbasis zakat produktif kembali diwujudkan melalui peluncuran produk minuman kopi “Z Coffee” yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Kegiatan launching yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita ini menjadi simbol dimulainya pengembangan usaha berbasis filantropi Islam yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Z Coffee hadir sebagai inovasi produk minuman kopi dengan konsep “Dari Nusantara untuk Kamu” yang menekankan pemanfaatan komoditas lokal sekaligus peningkatan nilai tambah melalui proses hilirisasi. Produk ini juga telah mengantongi label halal, sehingga memenuhi aspek kepercayaan dan keamanan konsumsi yang menjadi preferensi utama masyarakat Indonesia.
Secara konseptual, pengembangan Z Coffee merupakan implementasi model zakat produktif yang mengalihkan fungsi zakat dari sekadar bantuan konsumtif menuju instrumen pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemandirian mustahik melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mencerminkan sinergi kelembagaan antara sektor filantropi dan pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi dan inkubator bisnis, sementara BAZNAS bertindak sebagai fasilitator pendanaan dan pendampingan usaha berbasis zakat.
Dari perspektif ekonomi lokal, Z Coffee memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah, khususnya di sektor industri minuman berbasis kopi yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Harga produk yang terjangkau juga menunjukkan strategi penetrasi pasar yang adaptif terhadap berbagai segmen konsumen.
Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi dalam pengembangan usaha ini, antara lain menjaga konsistensi kualitas produk, memperkuat rantai pasok bahan baku, serta mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital yang kompetitif. Selain itu, diperlukan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data untuk memastikan efektivitas program zakat produktif dalam jangka panjang.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi aspek penting dalam implementasi pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam proses produksi dan pengelolaan usaha, sehingga mampu meningkatkan kompetensi kewirausahaan secara nyata.
Melalui peluncuran Z Coffee, BAZNAS NTB dan UNU NTB menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong inovasi ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi nasional dalam pengembangan zakat produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.




