UNU NTB Sambut Kedatangan K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy untuk Mengisi Kuliah Umum Aswaja

Mataram, NTB – Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menyambut hangat kedatangan K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diselenggarakan di Ballroom ATQIA UNU NTB, Selasa (2/6/2026).

Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tersebut disambut oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta jajaran civitas akademika UNU NTB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Aswaja di lingkungan perguruan tinggi, khususnya bagi generasi muda Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, pihak universitas menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama yang dikenal memiliki kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan Islam serta penguatan tradisi pesantren di Indonesia.

“Kehadiran K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy merupakan kehormatan bagi keluarga besar UNU NTB. Beliau adalah sosok ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu menjembatani nilai-nilai pesantren dengan tantangan kehidupan modern. Kami berharap kuliah umum ini menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan intelektualitas dan karakter keislaman yang kuat,” ujar salah satu pimpinan UNU NTB.

Kuliah umum yang mengangkat tema Aswaja tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat sosok K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy dikenal luas sebagai ulama muda yang aktif menyampaikan dakwah moderat dan memperkuat nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Dalam paparannya, K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat nilai toleransi, serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan akhlak dan spiritualitas.

Beliau juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman agama yang mendalam agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran Islam yang moderat.

“Kampus dan pesantren memiliki tanggung jawab yang sama dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Oleh karena itu, sinergi antara dunia akademik dan pesantren perlu terus diperkuat demi menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Kegiatan Kuliah Umum Aswaja ini merupakan bagian dari komitmen UNU NTB dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami ajaran Aswaja secara lebih komprehensif dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan antara kalangan akademisi, mahasiswa, dan tokoh pesantren. Kehadiran K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy diharapkan semakin mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mengembangkan pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Di akhir kegiatan, pihak UNU NTB menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy hadir dan berbagi ilmu kepada civitas akademika. Universitas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi intelektual dan nilai-nilai Aswaja di lingkungan kampus.

“Kuliah Umum Aswaja ini menjadi langkah nyata UNU NTB dalam meneguhkan identitas ke-NU-an, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mencetak generasi muda yang unggul, moderat, dan berakhlakul karimah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *